Minggu, 16 Agustus 2020

Bertimbal Balik

6 bulan yang lalu, seorang tetangga meminta password Wi-Fi rumah kami. Saya pun memberikannya, karena toh meskipun kami membayar langganan setiap bulan, tapi jarang kami pakai karena kami jarang di rumah, jadi sering over kuota. Toh juga mereka tetangga yang baik, tidak ada salahnya berbagi.

Kemarin saat saya pulang, tetangga saya ini ada di depan rumahnya. Saya pun ngobrol beramah tamah seperti biasa, dan dengan gembira dia bercerita bahwa mereka sekarang berlangganan Netflix. Mendengar ceritanya sayapun ikut bergembira, sambil bercanda saya mengatakan "Wah kalo aku sih jarang di rumah ya, hampir nggak sempat nonton TV, tapi boleh lah ya kapan-kapan pinjem passwordnya, siapa tau ada yang mau ditonton". Tapi suara saya terpotong oleh oleh sebuah suara yang terdengar dari kejauhan, ternyata istrinya, yang duduk di dalam mobil yang menyala "Waduh gimana ya kayanya belum bisa, kami bayarnya lumayan mahal"

Dan suasana pun hening!

Suaminya berusaha mengalihkan pembicaraan, mungkin karena merasa tidak enak hati atas perkataan istrinya. Begitu istrinya masuk ke rumah, dia meminta maaf dan meminta jangan dimasukan ke hati. Saya katakan santai saja tidak perlu diperpanjang. Kami lanjut mengobrol lagi sampai saya pamit masuk ke dalam rumah. Tapi dia masih tetap di terasnya sambil menyiram tanaman.

Tak lama kemudian, istrinya keluar untuk memanggilnya, dia tampak kebingungan, mengatakan TV nya rusak, saya hanya melihat dari jendela. Setelah beberapa menit, dia dan istrinya mengetuk pintu rumah saya dan memberi tahu bahwa Wi-Fi tidak jalan, passwordnya tidak bisa masuk. Saya tersenyum melihat mereka dan berkata, "Passwordnya aku ganti, kami bayarnya lumayan mahal, jadi belum bisa bagi-bagi ". 

Wajah istrinya memerah dan mencoba mengatakan sesuatu, tapi tak ada satu katapun yang keluar. Mereka pun berbalik dan pulang menutup pintu.

_______________________________

Cerita ini bukan cerita saya, tapi ada pelajaran yang saya ambil, bahwa hidup ini haruslah saling bertimbal balik. Kamu tidak bisa terus mengambil tanpa memberi, persahabatan haruslah saling bertimbal balik, cinta haruslah saling bertimbal balik, kasih sayang haruslah saling bertimbal balik.

Mungkin saja kamu bisa terus mengambil tanpa merasa harus memberi, tapi ingat semesta ini selalu menyeimbangkan, pasti akan ada saja yang diambilnya darimu, bahkan sesuatu yang kamu genggam erat, karena takut akan kehilangan.

Tetapi jika kamu terus memberi dengan harapan akan mendapatkan kembali, mungkin kamu akan sering kecewa, karena sumber kekecewaan terbesar umat manusia adalah ekspektasinya sendiri. Namun begitu semesta ini selalu menyeimbangkan, akan mengembalikan pemberian yang telah kamu lupakan.

Jika di tahun 2020 ini kamu banyak kehilangan, maka janganlah bersedih, karena bisa jadi itu adalah timbal balik dari apa yang telah kamu ambil di tahun-tahun sebelumnya. Tetapi jika di 2020 ini kamu mendapatkan lebih, sementara orang disekitarmu kekurangan, bisa jadi itu timbal balik atas apa yang kamu berikan di masa sebelumnya yang kamu sudah tidak ingat, dan jangan lupa untuk memberi yang kekurangan kemudian lupakan pemberianmu. Kita tidak pernah tahu kapan masa sulit akan datang lagi, bisa jadi pemberianmu yang akan menyelamatkanmu. Gusti mboten sare dan semesta ini akan terus menyeimbangkan.


Surabaya, 16 Agustus 2020

R. Shantika Wijayaningrat