Selasa, 29 November 2016

Negativity Can Only Affect You If You Are On The Same Frequenci, So Vibrate Higher


Pernahkah anda merasakan bahwa anda merasa tidak nyaman jika berada di dekat seseorang? anda tidak tahu mengapa, tapi anda merasa bahwa seseorang di sebelah anda memiliki aura yang tidak menyenangkan, walaupun mungkin anda tidak mengenalnya.
Atau dalam kesempatan yang lain, anda merasa senang atau nyaman jika ada satu orang tertentu berada dalam satu ruangan dengan anda? anda juga tidak tahu mengapa tapi anda merasa orang tersebut memiliki kharisma yang membuat suasana menjadi lebih nyaman, lebih tenang, lebih hangat atau lebih hidup.
Kemajuan zaman saat ini, tidak hanya bertatap muka dengan seseorang secara langsung dapat mengubah mood anda, hanya melihat seseorang tersebut di dunia maya atau sosial media pun bisa membikin mood anda berubah.
Akhir-akhir ini suasana medsos dunia agak menghangat menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai presiden terpilih Amerika Serikat, yang menuai banyak pro dan kontra, semua saling adu argumentasi dan melempar bukti-bukti, bahkan bagi mereka yang bukan warga Negara Amerika Serikat sekalipun. Tapi bagi kita orang Indonesia, berbicara mengenai Pilkada DKI Jakarta sudah menjadi pemicu perang di sosmed, tidak hanya antar pendukung cagub, tapi sudah merambah hingga menebar kebencian melalui isu-isu SARA. Yah tidak bisa dipungkiri Pilkada DKI kali ini panasnya sudah menyamai Pilpres RI 2014 lalu. Tidak hanya orang Jakarta yang terpecah belah, sampai orang-orang di provinsi lain sekalipun ikut-ikutan adu kepala, padahal ada beberapa diantara mereka juga menyelenggarakan Pilkada di daerah mereka sendiri di waktu yang bersamaan, tapi mereka malah ikut ngotot-ngototan mengomentari Pilkada DKI dengan segala daya dan pikiran.
Saya mungkin bukan seorang sosmed addict, tapi saya selalu menyempatkan diri melihat beberapa sosmed yang saya miliki pada waktu luang, dan saya amati selama dua bulan ini, sosmed seperti facebook, twitter dan instagram sudah seperti menjadi medan perang argumentasi mengenai Pilkada DKI, mungkin cuma tinggal Path yang tidak bisa dipakai untuk perang argumentasi umum. Beberapa orang mengaku suka emosi dan badmood setelah melihat timeline sosmed mereka. Dalam beberapa kasus bahkan ada yang sampai saling mem-blokir, meng-unfollow dan meng-unfriend teman-teman sosmednya sendiri. I have to say… WOW!!!
Ternyata dampak psikologis Pilkada DKI cukup besar bagi masyarakat kita, bayangkan saja, seseorang yang memulai harinya dengan “cerah ceria” langsung berubah 180 derajat begitu membuka facebook dan twitter (ya walaupun nggak semuanya sih…) dan mood yang buruk pasca melihat isi sosmed terus mempengaruhinya hingga menjelang tidur di malam hari. Dan itu terulang lagi keesokan harinya, selama berhari-hari. Atau sampai setelah Pilkada malahan….
Tidak berlebihan sekiranya kalau saya mengatakan bahwa sosmed sedang dipenuhi energy negative saat ini. Banyak postingan atau tautan yang diposting sebagai reaksi atas postingan yang lain. Segala sesuatu terlihat seperti serba simpang siur.
Saya ingin sekali mengatakan kepada mereka yang sering emosi atau badmood pasca melihat sosmed untuk segera me-log out sosmed mereka dan tidak pernah lagi sign in hingga mereka merasa siap untuk menerima situasi. Tapi tentu itu bukanlah hal yang bijaksana, karena sejatinya banyak juga hal positif yang bisa di dapatkan dari sosmed, terutama mereka yang berbisnis menggunakan sosmednya.

To Be Continued ............